06 Agustus 2009

MESIN CETAK DIGITAL

Pada postingan kali ini, mengenai Mesin Cetak Digital yang aku ambil dari www.ronitadp.wordpress.com, selengkapnya:

Dalam cetak digital ada dua jenis mesin apabila dilihat dari lebar cetak yaitu mesin cetak kecil dan mesin format besar. Mesin cetak kecil atau printer desktop adalah mesin dengan kemampuan cetak dengan lebar ukuran 3R (9×13 cm) s/d lebar A3 (29,7 x 42 cm). Mesin format besar atau large format printer memiliki kemampuan cetak dengan lebar A2 ( 42 x 60 cm) s/d A0 (85 x 119 cm), teknologi yang ada saat ini large format printer ada yang mampu mencetak dengan lebar 5 meter dan panjang bebas

Selain dapat digolongkan berdasarkan lebar cetak kita juga dapat menggolongkan mesin digital dari jenis tintanya. Jenis tinta yang dipakai pada umumnya terdiri dari dua jenis yaitu water based dan solvent based. Tinta water based adalah tinta yang menggunakan air sebagai media pelarutnya, contohnya tinta dye, tinta pigment, tinta sublim. Tinta solvent based adalah tinta yang menggunakan minyak sebagai media pelarutnya, contohnya tinta hardsolvent atau ecosolvent.

Secara proses cetak mesin digital juga dapat kita golongkan menjadi dua yaitu sistem yang menggunakan tinta dan yang menggunakan serbuk atau biasa disebut printer laser. Untuk mesin yang menggunakan tinta selalu ada bagian yang disebut printhead/kepala cetak dimana bagian inilah yang bertugas untuk menyemburkan tinta ke permukaan media cetak. Untuk printer model laser biasanya ada bagian yang disebut drum dan berfungsi untuk menyebarkan toner ke permukaan media.

Untuk melihat kualitas mesin cetak pada umumnya kita menggunakan beberapa acuan sebagai berikut :

1. Resolusi cetaknya, semakin tinggi resolusi cetaknya maka gambar yang dihasilkan akan semakin detail. Untuk itu anda harus menyesuaikan sesuai dengan keperluan anda, jika anda ingin mencetak gambar seperti photo maka anda membutuhkan printer dengan resolusi minimal 1200 DPI, jika anda membutuhkan printer untuk cetak spanduk atau baliho yang akan dilihat dari jauh maka anda bisa menggunakan printer dengan resolusi 300 s/d 750 DPI.

2. Kemampuan cetak dalam berbagai media, kebanyakan semua printer selalu menghasilkan gambar terbaik jika menggunakan media yang sama merk-nya dengan merk printer. Untuk itu perlu dilihat apabila dia semakin fleksibel terhadap berbagai jenis media maka printer tersebut boleh dijadikan pilihan.

3. Lebar cetak, pada dasarnya ini disesuaikan dengan kebutuhan kita, tapi ada satu hal yang harus kita perhatikan dalam hal ini yaitu printer dengan lebar besar mampu mencetak dokumen kecil dan tidak sebaliknya. Jadi printer lebar akan lebih fleksibel dalam ukuran dibandingkan mesin lebar kecil.

4. Jenis printhead, setiap vendor memakai jenis printhead yang berbeda namun pada umumnya kita bisa membedakan menjadi dua yaitu printhead yang menyatu dengan catridge dan printhead yang terpisah dengan catridge. Secara umum printhead yang terpisah lebih mudah dalam perawatan dan modifikasinya ketika kita memilih sistem infus untuk mesin kita. Gambarannya sebagai berikut, jika printhead menyatu dengan catridge maka ketika terjadi salah satu kerusakan kita harus mengganti dua-duanya. Sebagai info tambahan catridge adalah tempat tinta yang akan dimasukkan disemprotkan oleh printhead ketika mesin bekerja.

5. Merk, ya merk suatu vendor pada umumnya menunjukkan kualitas dari printer atau mesin cetak tersebut. Jangan pernah terkecoh dengan harga murah tanpa memperhatikan kualitas yang lainnya. Kita ambil contoh sekarang ini banyak beredar mesin cetak besar merk china dengan harga yang sangat miring tapi yang kebanyakan tidak disadari adalah mahalnya biaya perawatan dari mesin tersebut. Memang secara investasi mesin china murah diinvestasi tapi kebanyakan mereka mebutuhkan biaya perawatan yang lebih besar dibandingkan mesin cetak digital ber-merk.

Dengan mengetahui beberapa hal dasar tentang mesin cetak digital ini maka kita bisa memilih printer mana yang sesuai dengan kebutuhan kita.

07 Maret 2009

Merencanakan Produk Cetak - 1

Dalam pembuatan produk cetak, perencanaan adalah tahap yang penting , sekecil apapun produk cetak tersebut. Dari proses desain, produksi cetak sampai finishing merupakan rangkaian proses yang sangat komplek, sehingga setiap tahap akan berpengaruh pada tahapan yang lain.

Ketika ukuran dan kertas yang akan digunakan telah ditentukan maka akan menentukan juga nilai lpi (line per inch) pada bagian repro film atau plate. Juga pada pemilihan warna untuk disesuaikan dengan karakter dan warna dasar kertas yang dipilih. Akan sangat merepotkan jika sebuah desain yang sudah siap untuk proses repro, tiba-tiba ada perubahan ukuran. Sudah barang tentu ini akan merubah desain dan menyita banyak waktu serta tenaga.

Yang tak kalah pentingnya dengan hal diatas adalah komunikasi yang baik antar bagian, dari marketing yang berhubungan langsung dengan klien, bagian desain hingga finishing. Miskomunikasi pada salah satu tahap atau bagian akan sangat berpengaruh terhadap tahap lainnya, bahkan bisa jadi akan berakibat fatal.

Desain Grafis - 1

Desain grafis merupakan salah satu bentuk dari seni rupa yang mengkombinasikan elemen–elemen ilustrasi, tulisan ,garis, bidang dan warna sehingga tercipta karya seni yang menyampaikan atau mengkomunikasikan pesan. Media yang digunakan dapat berupa dua dimensi atau permukaan datar, atau juga ada yang berupa media elektronik ( desain Web, Film, Periklanan/advertising) dan lainnya.

Ada beberapa definisi desain grafis, seperti yang ditulis pada situs http://id.wikipedia.org/ , bahwa desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan teks dan atau gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan. Seni desain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan termasuk tipografi, pengolahan gambar, dan page layout. Desainer grafis menata tampilan huruf dan ruang komposisi untuk menciptakan sebuah rancangan yang efektif dan komunikatif. Desain grafis melingkupi segala bidang yang membutuhkan penerjemahan bahasa verbal menjadi perancangan secara visual terhadap teks dan gambar pada berbagai media publikasi guna menyampaikan pesan-pesan kepada komunikan seefektif mungkin.

Sedangkan menurut Sunardi Purwosuwito dalam sunardipw.blogspot.com bahwa desain Komunikasi Visual adalah ilmu yang mempelajari konsep komunikasi dan ungkapan kreatif, teknik dan media untuk menyampaikan pesan dan gagasan secara visual, termasuk audio dengan mengolah elemen desain grafis berupa bentuk gambar, huruf dan warna, serta tata letaknya, sehingga pesan dan gagasan dapat diterima oleh sasarannya.

16 Januari 2009

Materi Desain grafis pada percetakan (3)


Menyambung postingan terdahulu yang sempat terputus, tentang materi desain grafis pada produksi percetakan. Pada postingan terdahulu telah aku tulis tentang gambar Bitmaps, kali ini akan aku tulis sedikit tentang gambar yang berbentuk VECTOR.

VEKTOR

Gambar Vektor adalah gambar yang dibuat atau dibentuk dari garis, kurva, bidang, fill secara matematis. Perubahan komponen gambar vector (garis,bidang, dll) baik memperbesar atau memperkecil ukuran, memutar atau membalik tidak akan mempengaruhi kualitas gambar. Penggabungan gambar bitmap dengan vector secara benar dan tepat akan menghasilkan suatu karya desain yang bagus. Vektor biasa digunakan untuk membuat gambar logo, tapi perlu diperhatikan pada saat memasukkan logo pada desain , pemilihan warna background haruslah tepat. Sebab kalau dilakukan dengan asal pilih warna , bisa jadi logo tidak kelihatan dengan kata lain warna logo menyatu dengan background. Juga pada saat menggunakan Fountain Fill, ada kemungkinan perubahan warna yang tidak terkontrol pada gambar. Pada penggunaan gambar vector meskipun pembesaran , pemutaran dan mirror tidak mempengaruhi kualitas gambar, akan tetapi ada beberapa yang perlu diperhatikan dalam penggunaan gambar vector.

09 Desember 2008

Program Baru....OK, Free...

Pada postingan kali ini sedikit keluar jalur,… malah sama sekali nggak ada hubungannya dengan cetak-mencetak. Tapi kalau cetak uang ada hubungannya malah kerabat dekat, tapi bukan uang palsu..lho.

Penasaran…gini ceritanya..Pada suatu hari..(halah kayak TK)…aku iseng coba keyword ke Google…eh..ketemu penawaran Program untuk menambah penghasilan.. disitu tercantum angka Rupiah yang lumayan gede…ini bukan lagi tambahan penghasilan, coba bayangkan dengan MODAL Rp. 0,- … itu khan sama saja tanpa modal uang yaaa…alias gratis, tadinya tak kirain Cuma daftarnya yang gratis..eh lagi…. BUKAN CUMA DAFTARNYA YANG GRATIS, tapi emang tidak pakai uang sama sekali Dengan begitu tentunya RESIKO SANGAT MINIMAL bahkan TANPA RESIKO yaaa… Dalam penjelasan pada program tersebut Cuma kita berusaha merekrut 10 orang untuk ikut mendaftar.. tentunya juga gratis, setelah kita dapat 10 orang yang daftar lewat kita, makaaa…..nah ini ni yang bikin saya penasaran, kita tinggal menunggu untuk dapat kiriman uang yang jumlahnya bisa nyampai bilangan jutaan…. PENASARAN buruan daftar…lha wong GRATIS, apa salahnya Nyoba… caranya KLIK DI SINI . Ayo buruan PROGRAM ini BARU dan Mungkin dibuka Cuma dalam jangka Waktu tertentu. OK…salam sukses.

15 November 2008

Materi Desain Grafis pada Percetakan (2)

1. IMAGE/GAMBAR

Dalam suatu karya desain grafis dengan tujuan untuk konsumsi cetak, image/gambar sangatlah penting sehingga kualitas sebuah image dalam karya desain akan berpengaruh terhadap kualitas hasil cetakan. Dalam desain biasanya memakai dua bentuk gambar, yaitu gambar Bitmaps dan Vector.

a. BITMAPS

Gambar bitmaps atau dalam percetakan sering disebut gambar raster, yaitu image/gambar yang terbentuk dari kumpulan titik/pixel/dot. Kualitas gambar akan sangat dipengaruhi oleh banyaknya pixel yang membentuk. Semakin banyak pixel yang membentuk suatu image, maka semakin halus/baik detail image tersebut juga kekayaan warnanya semakin tinggi. Dalam desain grafis untuk konsumsi cetak sebaiknya menggunakan kurang lebih 300 dpi (dot per inch). Pengubahan ukuran image dengan pembesaran atau pengecilan akan sangat berpengaruh terhadap kualitas gambar, sebab pembesaran akan membuat pixel baru terhadap raster asli dari image.

Image Bitmaps dapat dibagi menjadi beberapa katagori, yaitu:

1. Line Art

Image ini biasanya hanya mempunyai 2 warna yaitu hitam dan putih. Image ini digolongkan dalam bitmaps sebab mempunyai 1 bit, dengan terjemahan warna bahwa pernyataan “ya” atau “on” adalah merupakan warna hitam sedangkan pernyataan “tidak” atau “off” adalah merupakan warna putih.

2. Grayscale

Pada image yang menggunakan warna grayscale merupakan image yang berisikan beberapa variasi dari gelap dan terang dari warna abu-abu.

3. Multitones

Image ini mempunyai warna lain selain warna hitam dan putih.

4. Full Colour

Image full colour dalam istilah cetak sering disebut sebagai warna sparasi, walaupun istilah ini kurang tepat. Image ini mempunyai warna yang lengkap sesuai model warna yang dipakai RGB, CMYK atau yang lainnya. Bagaimana apakah postingan ini membantu anda mempersiapkan materi desain anda ? semoga..(bersambung.....)

31 Oktober 2008

Materi Desain Grafis pada Percetakan (1)

Untuk membuat desain grafis yang berkualitas untuk konsumsi cetak, maka data dan materi merupakan factor yang sangat penting. Ada beberapa data dan materi desain di antaranya:

1. UKURAN

Pada suatu karya desain yang ditujukan untuk konsumsi cetak, ukuran yang pasti (final) akan sangat membantu proses proses desain selanjutnya, sebab penggantian ukuran dari sebuah desain ,akan merubah desain itu sendiri baik sebagian atau seluruhnya. Yang sudah barang tentu akan menambah waktu pengerjaan. Jika desain tersebut terdapat halaman isinya seperti buku, maka perubahan ikuran akan merubah layout isi buku dan sudah pasti akan menghambat proses selanjutnya. Sehingga kepastian ukuran dari klien sangat mendukung kelancaran proses desain.

2. WARNA

Warna disini bukan mode warna yang dipakai, akan tetapi warna yang diminta klien. Perlu diketahui bahwa dalam sebuah karya desain yang ditujukan untuk konsumsi cetak, dikenal istilah 1 (satu) warna, 2 (dua) warna, 3 (tiga) warna dan Sparasi (fullcolor). Untuk desain dengan menggunakan 1,2 atau 3 warna, Klien biasannya menghendaki dengan warna tertentu. Untuk warna ini sebaiknya menggunakan panduan warna (color guide) sebagai acuan/contoh warna oleh operator cetak pada saat proses pencampuran tinta cetak. Sedangkan untuk desain dengan sparasi warna (full color), klien biasanya menghendaki desain dengan warna dominan. Masukan dari klien tentang warna yang dikehendaki sangat membantu proses desain seperti sesuai keinginan klien. (bersambung, semoga .....)

13 September 2008

Data dan Materi Desain pada Percetakan (3)

Teknik Cetak, dalam teknik cetak memuat tentang mesin apa yang akan digunakan untuk mencetak sebuah order yang telah melalui proses desain dan film. Biasanya untuk Order yang berupa buku, akan menggunakan dua atau lebuh jenis mesin cetak.

Finishing, merupakan bagian akhir dari sebuah form deskripsi order yang memust tentang jenis/model finishing yang akan dipakai untuk sebuah order. Misal , susun, jahit, binding, lipat, dll. Jenis finishing yang dipakai akan mempengaruhi juga biaya produksi dari sebuah order.

Form deskripsi order ini biasanya dibagi ke setiap bagian/devisi. Setelah data dari spesifikasi order lengkap maka selanjutnya materi berkualitas dari order juga tak kalah pentingnya untuk membuat desain yang yang baik.

13 Agustus 2008

Data dan Materi Desain pada Percetakan (2)

Menyambung postingan yang terdahulu mengenai data dan materi Desain, tentang yang termuat dalam Diskripsi Order. Pada postingan kali ini tentang kertas yang akan dipakai untuk cetak. Jenis Kertas, dalam percetakan sangat penting sebab kertas merupakan unsure yang sangat mempengaruhi baik biaya maupun kualitas hasil cetak. Pada desain, jenis kertas digunakan untuk menentukan nilai dari lpi (line per inch)raster pada saat Ripping proses film ke imagesetter. Dalam percetakan juga dikenal proses Uvi yaitu proses coating melapisi permukaan hasil cetakan. Biasanya menggunakan Uvi biasa yang cuma melapisi dengan lapisan yang tidak begitu mengkilat, sedang Uvi Glosy melapisi permukaan hasil cetakan dengan lapisan yang mengkilat, sedang untuk Uvi doff melapisi dengan lapisan yang membuat permukaan cetakan terkesan tidak mengkilat. Ada juga Uvi spot yang melapisi permukaan dengan bagian yang mengkilat adalah bagian tertentu, missal gambar tertentu atau tulisan tertentu sedangkan bagian permukaan yang lain doff. Untuk permukaan yang diUvi bisa Cuma satu muka saja atau dua muka sekaligus. Data ini khususnya ditujukan untuk bagian produksi, akan tetapi untuk desain bisa juga sebagai pertimbangan dalam pemilihan warna, sebab proses Uvi sedikit banyak berpengaruh terhadap tampilan, khususnya warna hasil cetakan. (bersambung ....)

09 Agustus 2008

Data dan Materi Desain pada Percetakan (1)

Disebuah industry percetakan, setiap Order yang masuk biasanya ditulis disebuah form yang memuat data dan spesifikasi dari order. Form tersebut merupakan deskripsi order yang dipakai sebagai panduan membuat desain, proses produksi cetak sampai proses finishing. Dalam form tersebut biasanya memuat

Data Customer yang isinya antara lain Contact Person, Alamat dan Nomer telpon/Fax. Dari klien sebagai jalur komunikasi antara perusahaan dengan klien.

Spesifikasi Order, yang memuat tentang tanggal sebuah order diterima oleh perusahaan dalam hal ini oleh marketing. Sekaligus juga tertulis Tanggal jadi dari sebuah order atau merupakan deadline yang telah disepakati sebuah order harus sudah jadi. “jadi” disini dimaksudkan bahwa order telah selesai proses finishing dan siap untuk dikirim ke alamat seperti yang tertulis pada data customer.Tanggal jadi merupakan bagian yang harus diperhatikan , sebab merupakan deadline yang harus dipenuhi dan sebagai estimasi waktu dalam proses desain dan proses selanjutnya. Dalam Spesifikasi Order juga memuat Nama Order yaitu keterangan jenis dari order, sebagai contoh nama order: Kalender, Buku Panduan, Kalender Dinding, Leaflet , dll. Penulisan Nama Order yang jelas dan lengkap akan sangat membantu bagi proses desain dan proses selanjutnya. Setelah Nama Order juga memuat Format Ukuran dari sebuah order, Ukuran disini merupakan ukuran yang sudah pasti yang telah disetujui oleh klien. Ukuran yang final sangat membantu proses selanjutnya, sebab perubahan dari ukuran akan mengulang sebagian atau keseluruhan dari sebuah desain. Selanjutnya dalam spesifikasi order memuat tentang Oplaag yaitu jumlah dari suatu order yang akan dicetak. (insya Allah ... bersambung)

05 Juli 2008

Sifat Tinta Cetak

Dalam proses cetak mencetak , tinta merupakan unsur yang sangat penting bahkan merupakan salah satu factor yang menentukan kualitas hasil cetakan. Tinta secara umum tersusun dari paling tidak tiga unsure pokok, yaitu bahan pewarna yang merupakan bahan yang menentukan warna tinta Cyan, Magenta, Yellow , Black dan warna-warna lain, yang kedua bahan pembantu (additional agent), yang ketiga Bahan pengikat. Dari ketiga bagian/unsur tadi diproses sedemikian rupa untuk menghasilkan tinta yang sesuai dengan standart. Tinta hasil proses dari ketiga unsure tersebut akan mempunyai sifat dan karakter tertentu. Sifat tinta cetak ada beberapa diantaranya adalah:

Sifat kekentalan tinta, yang diukur dengan Viscometer. Nilai dari kekentalan tinta sangant dipengaruhi oleh mesin dan kertas yang digunakan. Yang kedua , Tinta bersifat flow adalah daya alir tinta. Tinta pada prinsipnya mengalir bergerak dan berpindah dari bak tinta sampai ke kertas pada akhir proses cetak. Yang ketiga, kelengketan tinta. Sifat daya tarik tinta terhadap permukaan kertas hingga perpindahan tinta ke permukaan kertas. Kecepatan mesin pada saat proses cetak dan juga kertas yang digunakan akan mempengaruhi sifat kelengketan tinta. Selanjutnya sifat Alir tinta yang akan mengalir jika terkena gerakan dan akan berhenti jika gerakan tersebut berhenti. Sifat tinta selanjutnya adalah sifat daya kering tinta, sifat pengeringan tinta sampai dengan pori kertas yang dipakai.

Sifat-sifat inilah yang menyebabkan tinta mudah berubah bentuk dan menyesuaikan dengan bahan cetak sehingga dapat diatur dan disesuaikan dengan hasil cetak yang diharapkan.

14 Juni 2008

DOT GAIN pada Percetakan

Dalam dunia percetakan kita mengenal istilah DOT GAIN, Dot Gain jika tidak terkontrol atau ukuranya melebihi toleransi akan berpengruh pada kualitas hasil cetakkan. Ukuran Dot Gain diusahakan maksimal tidak lebih dari 20%, untuk menjaga kwalitas hasil cetakan. Walaupun untuk percetakan yang belum menggunakan alat-alat standart percetakan yang lengkap, hal itu agak sulit dipenuhi. Sebab untuk menjaga agar Dot gain konsisten sampai akhir proses cetak diperlukan alat dan komponen proses cetak yang memenuhi dan juga control yang ketat dari sumber daya manusianya. Apa itu DOT GAIN ? DOT GAIN adalah pembesaran ukuran halftone dot atau bisa dikatakan perbedaan ukuran halftone dot antara pada negative film dengan hasil cetakan pada media kertas. Setiap tahap proses pencetakan mulai dari proses film, ke proses plate, sampai proses pada mesin cetak, akan menyumbang terjadinya dot gain. Sehingga pengawasan yang maksimal pada masing-masing proses akan dapat mengontrol DOT GAIN agar tetap pada batas toleransi. Tidak semua dot mengalami pembesaran ukuran sama besar. Pembesaran paling tinggi terjadi pada mid tone (bisa sampai 50%) kalau lebih dari itu, maka sisi luar dot akan saling bersentuhan. Dot gain lebih kelihatan perubahan ukurannya pada raster yang semakin tipis.

Pada saat proses pembuatan film kemudia proses film ke plate juga sering terjadi Dot gain, waktu film bersentuhan dengan permukaan plate haruslah dikontrol sebab pada saat itu akan terjadi Dot gain yang idealnya tidak boleh lebih dari 5%. Pada proses selanjutnya yaitu proses cetak, juga menyumbang pembesaran ukuran dot. Saat tinta berpindah dari plate ke permukaan blanket kemudian dari blanket ke permukaan kertas akan terjadi tekanan yang bisa memperbesar ukuran Dot gain.

Untuk ketebalan tinta sangat penting untuk diperhatikan ,sebab ketebalan tinta sangat riskan dalam menyumbang bertambahnya ukuran Dot gain. Sehingga control yang maksimal akan dapat menjaga agar Dot gain tetap dalam batas toleransi sampai pada akhir proses cetak. Untuk Desainer Grafis, pada waktu membuat karya desain agar diperhatikan untuk proses selanjutnya, mungkin dalam menggunakan raster , atau efek-efek pada karya desainnya disesuaikan dengan kemampuan alat-alat yang digunakan untuk proses selanjutnya. Udah dulu…. Ya… itu sedikit tentang DOT GAIN dalam dunia percetakan,…semoga manfaat. Kritik serta saran,… bisa ke harrisstudioten.blogspot.com atau harris_jogja@yahoo.com. Tak tunggu..

05 Juni 2008

Mode Warna HSB/HSL

Untuk pembahasan tentang mode warna, pada postingan kali ini sampai pada mode warna yang ke tiga yaitu mode warna HSB color model. Model warna HSB ter diridari bagian; Hue (H), Saturation (S), Brightness (B).

Pengertian Hue merupakan karakteristik warna berdasar cahaya yang dipantulkan oleh objek, dalam warna dilihat dari ukurannya mengikuti tingkatan 0 sampai 359. Sebagai contoh, pada tingkat 0 adalah warna Merah, 60 adalah warna Kuning, untuk warna Hijau pada tingkatan 120, sedangkan pada 180 adalah warna Cyan. Untuk tingkat 240 merupakan warna Biru, serta 300 adalah warna Magenta.

Saturation/Chroma adalah tingkatan warna berdasarkan ketajamannya berfungsi untuk mendefinisikan warna suatu objek cenderung murni atau cenderung kotor (gray). Saturation mengikuti persentase yang berkisar dari 0% sampai 100% sebagai warna paling tajam.

Brightness adalah tingkatan warna berdasarkan pencampuran dengan unsure warna Putih sebagai unsure warna yang memunculkan kesan warna terang atau gelap. Nilai koreksi warna pada Brightness/Lightness berkisar antara 0 untuk warna paling gelap dan 100 untuk warna paling terang.

Untuk model warna HSB ini biasanya digunakan pada saat sang desainer ingin memodifikasi warna dari warna asli image . dalam memodifikasi warna bisa menggunakan program photoshop atau yang lain, akan tetapi hati-hati, sebab warna hasil modifikasi kadang yang tampak dimonitor akan lain dengan hasil cetakan. Atau dalam proses film untuk warna yang mengandung raster tipis akan bermasalah, jadi sesuaikan dengan kemampuan imagesetter. Pada program Photoshop, Hue/Saturation/Lightness biasa dipakai untuk membuat efek gambar menjadi satu warna.

Masih banyak lagi model warna yang dikenal dalam dunia pewarnaan, tetapi yang biasa dipakai dalam dunia Reproduksi Grafika adalah model warna RGB, CMYK dan HSB/HSL. Tetapi tidak menutup kamungkinan untuk kasus-kasus tertentu seorang desainer grafis, operator cetak atau artworker yang lain menggunakan model warna selain yang tiga diatas. Udah… akhirnya selesai juga tulisan mengenai model warna, semoga yang sedikit ini bermanfaat, kritik dan saran bisa ke blogku, atau kesini, bisa juga kesitu, …….. matur nuwun.

30 Mei 2008

Mode Warna RGB

Menyambung postingan yang lalu, tulisan kali ini masih tentang mode warna. Pada kesempatan ini jatuh pada Mode warna RGB. Model warna RGB terdiri dari: Red (R), Green (G), Blue (B). Warna red, Green, Blue adalah warna yang didapat dari gabungan cahaya red, green,dan blue yang besarannya mengikuti tingkatan dari 0 sampai 255.

Mode warna RGB adalah model warna Additive. Model warna Additive menggunakan cahaya transmitte untuk merancang warna RGB. Pencampuran warna-warna Red, Green, Blue pada tingkat 255, maka akan terbentuk warna Putih. Sedangkan pencampuran warna Red, Green, dan Blue pada tingkat 0, maka akan terbentuk warna Hitam.

Warna RGB biasanya kita jumpai pada objek hasil scan, gambar dari digital foto. Biasanya monitor dan printer juga menggunakan mode warna RGB. Pada proses reproduksi grafika/cetak mode warna RGB harus dirubah menjadi CMYK, untuk mengubahnya bisa dibaca pada postingan terdahulu atau baca disini. Hal ini dimaksudkan agar sesuai dengan teknik pewarnaan pada mesin cetak yang menggunakan tinta warna CMYK. Pada waktu membuat desain yang bertujuan untuk konsumsi cetak, tentang warna ini harap diperhatikan sebab pada waktu proses film ke imagesetter akan terhambat atau hasil film jika dicetak objek yang masih menggunakan warna RGB hasil cetakan akan cenderung ke warna grayscale, yang tentu akan mengurangi kualitas atau bahkan diprotes klien (kayak kenaikan BBM aja pakai protes….). Daripada diprotes mandi aja yuk…… udah sore….